Showing posts with label Daftar Isi. Show all posts
Showing posts with label Daftar Isi. Show all posts

Thursday, September 7, 2017

Lahirnya Tingkatan Kasta Dan Peranannya Dalam Kehidupan Masyarakat Adat Toraja

Susunan Kasta Dalam Masyarkat Toraja


Sejak dahulu kala dalam kehidupan masyarakat Toraja mengenal tingkatan kasta yang dinamakan Tana' sama seperti suku-suku lain di Indonesia. Lahirnya sendi-sendi kehidupan dan aturan dalam Aluk Todolo sangat dipengaruhi oleh tingkatan kasta tersebut (Tana').

Tana' dikenal dalam empat susunan masing-masing :

  1. Tana' Bulaan (Kasta Bangsawan Tertinggi);
  2. Tana'  Bassi (Kasta Bangsawan Menengah);
  3. Tana' Karurung (Kasta Rakyat Merdeka);
  4. Tana' Kua-Kua (Kasta Hamba Sahaya).
Adanya Tana' ini berkaitan dengan tugas dan kewajiban manusia dalam mengamalkan Aluk Todolo, makanya mengikuti kelahiran manusia sesuai dengan ajaran Sukaran Aluk, yang menurut mithos kelahiran manusia itu ada empat proses yang ditempuh oleh Puang Matua dalam terciptanya Nenek Manusia yang dikatakan sebagai berikut :
  1. Kelahiran yang pertama ialah kelahiran atau diciptakannya Puang Matua Datu Laukku' melalui Sauan Sibarrung;
  2. Kelahiran kedua ialah kelahiran Puang Adang dari perkawinan Banggai Rante dan Tallo' Mangka Kalena atas suruhan Puang Matua;
  3. Kelahiran yang ketiga ialah diciptakannya Puang Matua Pande Pong Kambuno Langi' melalui pula Sauan Sibarrung;
  4. Kelahiran yang keempat ialah diciptakannya Patto Kalembang oleh Puang Matua sebagai nenek manusia yang terakhir diatas langit.
Keempat Nenek Manusia yang pertama tersebut di atas masing-masing diberi tugas dan kewajiban akan menempati bumi ini dengan kewajiban dan tanggung jawab memuliakan Puang Matua masing-masing, yaitu :
  1. Datu La Ukku' menerima Sukaran Aluk (Agama dan Aturan hidup);
  2. Puang Adang menerima Maluangan Ba'tang (kepemimpinan dan kecerdasan);
  3. Pande Pongkambuno Langi' menerima Pande (keakhlian seperti tukang-tukang, ahli perang, ketangkasasan, dll)
  4. Patto Kalembang menerima Matutu Inaa (pengabdi).
Dengan adanya keempat tugas dan kewajiban ini merupakan dasar dan permulaan terbinanya tata cara dan adat dalam hubungan manusia-manusia dan merupakan kebudayaan turun temurun maka sampai sekarang ini kesemua tugas dan kewajiban itu merupakan pangkal adat yang dikenal dengan adanya Ada' A'pa' Sulapa' yang dikenal juga dengan Ada' A'pa' Oto'na yaitu adat yang tebagi dalam empat golongan dan susunan.


sumber : "Toraja Dan Budayanya", L.T. Tandilintin

Friday, August 11, 2017

JANGAN LEWATKAN RITUAL ADAT MA NENE BULAN AGUSTUS SAMPAI SEPTEMBER



Jangan lewatkan serunya ritual adat MA' NENE' yang akan diselenggarakan mulai bulan Agustus sampai September 2017 di daerah Kab. Toraja Utara. Berikut adalah jadwal ritual ma'nene' yang dihimpun torajaeksotis dari berbagai sumber :

  1. Baruppu' Toraja Utara (16-31 Agustus 2017)
  2. Objek Wisata Lo'ko' Mata, Tonga' Riu, Sesean Suloara' (11-16 September 2017)

Ma'nene' merupakan salah satu ritual membersihkan mayat yang telah dikubur setelah sekian lama. Didalam ritual ini mayat yang telah dikubur dikeluarkan  dari dalam kuburan yang biasa disebut Patane atau Liang.

Selama ini dalam pikiran masyarakat bahwa ma' nene' adalah ritual menjalankan mayat itu salah besar. Sebelum mengeluarkan mayat dari dalam patane dilakukan berbagai macam ritual yang sangat kental dengan Aluk Todolo.(torajaeksotis)


Struktur Pemerintahan Palodang Semasa Puang Laso' Rinding Sebagai Puang Sangalla


Bate Manurun

Puang Laso' Rinding semasa pemerintahannya menata suatu struktur pemerintahan. Dalam menjalankan pemerintahannya dibantu oleh satu dewan adat yang terdiri dari empat orang yang masing-masing diserahi tugas dengan gelar sebagai berikut :

  1. Tanduk Tata' : Sebagai ketua dewan adat dan diserahi urusan pemerintahan dan urusan kehakiman
  2. Pangngala' Tamban : Anggota dewan urusan perekonomian dan perbekalan
  3. Pa'paliumbangan : Anggota dewan urusan bidang keagamaan
  4. Londong Kila' : Anggota dewan urusan pertahanan dan keamanan.
Seluruh daerah Kapuangan Sangalla' terbagi dalam 24 wilayah khusus urusan pertahanan (Sereala' Penanianna atau 24 daerah pertahanan). Maka dibawah pimpinan Londong Kila' ini terdapat 4 orang pimpinan angkatan perang yang disebut Limbu A'pa'na yang masing-masing bergelar Bulean Ma'sa'bu, Palasa Makati', Rinding Daun Induk, dan Guali Bassi.

Dibawah dewan adat yang bergelar Tongkonan A'pa' terdapat dewan-dewan daerah yang mengurusi dan brtanggungjawab terhadap daerah masing-masing secara kedalam. Dewan daerah ini dipimpin oleh seorang yang bergelar To Bara' atau Ampu Lembang (Kepala Lembang/Desa). Ampu Lembang ini dibantu oleh suatu Dewan Lembang yang disebut To Parengnge' (Penanggungjawab), yang masing-masing bertanggungjawab terhadap urusan tertentu misalnya, To Parengnge' Bunga' Lalan : Urusan pertanian yang mengurusi pertanian merangkap urusan keagamaan (aluk).

Dibawah dewan daerah/lembang terdapat suatu lembaga yang disebut Kombongan Kalua' merupakan musyawarah rakyat banyak, yang mana keputusan yang diambil dalam kombongan kalua' akan disalurkan ke atas sampai pimpinan tertinggi atau diberlakukan dalam daerahnya.

Puang Laso' Rinding yang dibantu oleh dewan adat dalam menjalankan roda pemerintahan dan memimpin rakyatnya berpegang teguh pada semangat persatuan dan kesatuan berdasarkan musyawarah dan mufakat sesuai dengan semboyan masyarakat yang terungkap dalam suatu slogan :
Kada Misa'na To Lepongan Bulan, Tengko Situru'na To Di Pamatari' Allo (Keputusan masyarakat harus dilaksanakan bersatu padu dengan satu kata dalam menjalankan pemerintahan selalu memperhatikan keinginan masyarakat banyak yang diputuskan melalui rapat bersama bersama kombongan kalua').
Beliau terkenal sebagai pelindung masyarakat kecil dan mengutamakan kepentingan orang banyak. Hidupnya sangat sederhana, ramah terhadap  semua lapisan masyarakat, tidak bertindak sewenang-wenang terhadap bawahan maupun rakyatnya.

Dikutip dari : Massora,Damsurya."Upacara Rambu Solo' Puang Lai' Tinggi".2003.